Selasa, 01 Januari 2008

Menyambut Tahun Baru 2008

Untuk menyambut datangnya tahun baru 2008, sebagian besar orang merayakannya dengan berpesta pora di tempat-tempat keramaian, atau di hotel-hotel. Tetapi ada juga yang merayakannya dalam kondisi yang memprihatinkan seperti yang dialami oleh saudara-saudara kita di Muara Baru Jakarta, yang sedang mengalami kebanjiran akibat naiknya air laut. Hal yang sama juga dialami oleh masyarakat Bojonegoro yang sanak saudaranya tertimpa tanah longsor.

Sedangkan kita sebagai umat Katolik, apakah kita juga sudah merenungkan segala tindakan yang telah kita lakukan pada tahun 2007. Bersyukurlah atas segala karunia yang telah kita terima dari Tuhan, demikian juga atas segala hal kurang menyenangkan yang telah kita alami. Biarlah semuanya itu menjadi bahan pelajaran bagi kita, dan pengalaman untuk menempuh tahun 2008.

Marilah kita buat rencana yang akan kita capai pada akhir tahun 2008, terutama mengenai kehidupan rohani kita. Setelah rencana-rencana tersebut jadi, maka mulai hari ini marilah kita melaksanakannya, agar rencana tersebut jangan hanya tinggal rencana di atas kertas, di kepala kita, atau di dalam komputer saja. Buatlah komitmen untuk melaksanakannya dengan sungguh-sungguh, sambil berserah dan mohon bimbingan pada Tuhan.

Statistik Gereja Katolik

Walaupun belum ada data yang baru, tetapi mudah-mudahan data lama ini juga memberikan gambaran mengenai kondisi Gereja Katolik.

Menurut Buku Tahunan Gereja Katolik 2004 (dikutip dari Tabloid Rohani Bulir, Edisi 14, 15 Maret – 15 April 2004), yang telah diterbitkan oleh Vatikan, ada beberapa data statistik yang perlu kita ketahui, yaitu :

  • umat yang dibaptis Katolik telah berjumlah sekitar 1 milyar penduduk, atau sama dengan 17.2% dari populasi penduduk dunia
  • penyebaran berdasarkan benua adalah Amerika (50%), Eropa (26.1%), Afrika (12.8%), Asia (10.3%), dan Oceania (0.3%).
  • Terdapat 405.058 imam, terdiri dari 267.334 imam praja dan 137.724 imam religius. Dari data ini ada kenaikan jumlah imam praja, tetapi untuk jumlah imam religius mengalami penurunan yang terus berkelanjutan.
Sedangkan data yang diperoleh dari Zenit, berdasarkan statistik akhir tahun 2003 adalah :

  • Jumlah Katolik baptis : 1,085 miliar (17,23% populasi dunia), jumlah ini naik 15 juta dari tahun sebelumnya. Persentase kenaikan 0,34% di Afrika, Amerika 0,17%, Asia 0,03%, Oseania 0,37%, sedangkan di Eropa turun 0,31%
  • Jumlah Uskup : 4742, jumlah imam : 405 450, jumlah bruder : 54 620, dan jumlah biarawati : 776 269.

Mengenal Karunia-Karunia Allah(5) : Peran Kasih Terhadap Karunia

Bila kita telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi kita masing-masing, maka dalam kehidupan kita akan terpancar kesembilan buah-buah Roh, yaitu : Kasih, Sukacita, Damai sejahtera, Kesabaran, Kemurahan, Kebaikan, Kesetiaan, Kelemahlembutan dan Penguasaan diri (Gal 5:22-23). Dengan buah-buah Roh yang tercermin dalam seluruh tindakan kita, menunjukkan bahwa pribadi kita telah berubah menjadi seseorang yang seperti Kristus.

Buah-buah Roh yang pertama dan terutama adalah kasih. Kasih merupakan sesuatu yang menjadi dasar bagi semua karunia-karunia tersebut, karena macam-macam karunia tersebut dapat berakhir, tetapi kasih tidak berkesudahan (1 Kor 13:8). Lengkapnya Iman, Harapan dan Kasih yang harus mendasari macam-macam karunia itu. (lihat 1 Kor 13:13). Menurut Paulus, karunia-karunia itu pada dirinya sendiri tidak berarti apa-apa, bila tidak keluar dari, didasari oleh, dan mengalir kembali kepada Iman, Harapan dan Kasih.

Dalam Mat 7:21-23, Yesus sendiri memperingatkan bahwa sekedar memiliki karunia bernubuat dan membuat mujisat dalam NamaNya bukanlah jaminan keselamatan abadi, hanya ketaatan kepada kehendak Bapalah yang mendatangkan keselamatan.

Sumber bacaan :
  1. Mascarenhas, Fio, SJ, Pembaharuan Karismatik Katolik
  2. Shekinah, Diktat Karunia Bahasa Roh
  3. Shekinah, Buku Penuntun Untuk Team Seminar Hidup Baru Dalam Roh
  4. Suhartono, Martin, SJ, Roh Kudus : Pelaksana Utama Evangelisasi Baru, di dalam buku Roh Kudus Membangun Persaudaraan Sejati, Sekretariat Komisi PSE / APP-KAJ bekerja sama dengan LDD-KAJ, Jakarta, 1998.
  5. Rm. Adrian, O.P., Karisma dalam Hidup Gereja, makalah yang disampaikan pada Rapat Pleno BPN pada tanggal 22 Nov 2007.

Mengenal Karunia-Karunia Allah(4) : Karunia Mesianis vs Karunia Karismatis

Beberapa perbedaan antara karunia mesianis dan karunia karismatis adalah :

· Karunia mesianis hanya bermanfaat bagi sang penerima secara pribadi, sedangkan karunia karismatis bermanfaat bagi seluruh jemaat Allah.

· Karunia mesianis hanya dapat diterima melalui Sakramen Penguatan yang diberikan melalui Uskup, sedangkan karunia karismatis dapat diterima pada saat kita menerima Roh Kudus dalam diri kita masing-masing. Penerimaan Roh Kudus dapat dilakukan melalui Pembaptisan dalam Roh / Pencurahan Roh Kudus. Hal ini biasanya dilakukan dengan bantuan orang lain yang lebih senior dalam iman, yang mendoakan kita dengan cara penumpangan tangan.

· Dengan menerima karunia Mesianis kita siap untuk menjadi to be like Jesus, sedangkan dengan menerima karunia Karismatis, kita siap untuk menjadi to act like Jesus.

Mengenal Karunia-Karunia Allah(3) : Karunia Karismatis

Menurut Paus Paulus VI, karunia-karunia karismatis adalah karunia-karunia dari Allah yang ‘membuat Gereja lebih kaya, lebih bersemangat, lebih mampu menjadi tanda dan membuktikan diri ...’

Karunia karismatis ada sembilan, dapat dilihat dalam 1 Kor 12:1-11, yaitu :
  1. Karunia untuk berkata-kata dengan hikmat (sabda kebijaksanaan). Penerima karunia dapat men-sharingkan pengertian baru yang mendalam mengenai misteri Kristus. Dengan karunia ini, pembicara dapat membuat keputusan atau judgement yang tepat dan untuk hidup sebagai seorang Kristen sejati.
  2. Karunia berkata-kata dengan pengetahuan (sabda pengetahuan).
    Penerima karunia Roh Kudus ini memiliki pemahaman mengenai suatu pengetahuan khusus (tentang seseorang atau suatu situasi tertentu) yang diperolehnya bukan dari melalui studi atau pengalaman, tetapi dengan inspirasi dari Roh Kudus.
    Contoh Yoh 4:18, Yesus menyatakan sabda pengetahuan kepada wanita Samaria, bahwa ia sudah mempunyai lima suami.
  3. Karunia iman, yaitu karunia yang akan memberikan inspirasi kepada manusia untuk berdoa dengan keyakinan bahwa Tuhan akan mengabulkan doanya, dan ia dapat mengetahui bahwa apa yang dimintanya akan dipenuhi.
    Hal ini sudah dikatakan Yesus sendiri dalam Mrk 11:23 : “Sesungguhnya barang-siapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya”.
    Contoh ketika St. Petrus berkata kepada orang lumpuh : “Dalam nama Yesus Kristus dari Nazareth, berjalanlah !” (Kis 3:6)
  4. Karunia penyembuhan.
    Dengan karunia ini, maka kita akan digunakan oleh Yesus untuk dapat mempercepat daya penyembuhan alamiah dari tubuh si penderita. Yesus menyembuhkan banyak orang yang datang kepadaNya, misalnya mertua Petrus.
  5. Karunia melakukan mujizat.
    Karunia ini berbeda dengan penyembuhan, karena tidak tergantung pada hukum alam.
    Contoh mujizat adalah kebangkitan Lazarus dari kematian (Yoh 11:1-44).
    Contoh lain adalah Filipus yang tiba-tiba raib dari hadapan sida-sida dari negri Ethiopia, dan ‘dilarikan’ oleh Roh Kudus dari Gaza ke Asdod dalam sekejap mata (Kis 8:26-40).
  6. Karunia bernubuat.
    Penerima karunia ini akan digunakan Tuhan untuk menyampaikan pesan ke seseorang atau ke suatu komunitas Kristen. Pesan tersebut dapat mengenai situasi saat ini, keinginanNya pada saat mendatang atau apa yang ingin diberitahukanNya kepada seluruh umatNya saat ini. Nubuat tidak harus merupakan suatu prediksi terhadap masa depan.
    Santo Paulus mengatakan : Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur (1 Kor 14:3).
  7. Karunia membedakan bermacam-macam roh.
    Penerima karunia ini dapat membedakan antara roh baik dengan roh jahat. Karunia ini terutama digunakan untuk menyadari kehadiran Roh Kudus.
  8. Karunia berkata-kata dengan bahasa roh.
    Karunia ini menyebabkan seseorang dapat berbicara bahasa baru untuk memuji Allah, walaupun ia tidak mengerti yang dikatakannya. Hal ini sebenarnya menunjukkan Roh Allah yang berdoa di dalam diri kita.
    Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. (Rom 8:26-27).
    Karunia ini disebutkan sebanyak 57 kali dalam Perjanjian Baru !
  9. Karunia menafsirkan bahasa roh itu.
    Pada saat seseorang berkata-kata dalam bahasa Roh, maka penerima karunia ini dapat memahami dan mengerti arti / maksud dari kata-kata dalam bahasa Roh tersebut.

    Kesembilan karunia-karunia tersebut dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu :
    1. Kuasa mewahyukan, yaitu mengungkapkan sesuatu yang masih tersembunyi : karunia hikmat, karunia sabda pengetahuan dan karunia membeda-bedakan roh.
    2. Kuasa mengatakan, yaitu mengucapkan kata-kata : karunia bernubuat, karunia berbahasa roh, dan karunia menafsirkan bahasa roh.
    3. Kuasa melakukan, yaitu mengerjakan sesuatu dalam kuasa Allah : karunia iman, karunia menyembuhkan, dan karunia mengadakan mujisat.

Mengenal Karunia-Karunia Allah(2) : Karunia Mesianis

Karunia mesianis dari Roh Kudus, diterima oleh umat Katolik pada saat menerima Sakramen Penguatan/Krisma dari Uskup. Ketujuh karunia Mesianis, sering disebut juga Sapta Karunia Roh Kudus, tersebut adalah Hikmat, Pengertian, Nasehat, Keperkasaan, Pengenalan, Kesalehan, Takut akan Tuhan (Yes 11:1-2). Karunia-karunia mesianis yang telah diterima hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri.
Roh Hikmat membuat orang mengenal dan melaksanakan kehendak Allah atau membuat pilihan yang tepat. Kitab Amsal (Ams 9:1) mengatakan adanya tujuh pilar Hikmat, dan Yakobus menguraikannya sebagai : murni, pendamai, peramah, pemurah, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak, dan tidak munafik (Yak 3:17).
Roh Pengertian membuat orang memahami kedalaman makna suatu hal tertentu, peristiwa dan pribadi, seperti dalam diri Daniel (Dan 1:17), sedangkan Roh Nasehat memungkinkan orang memecahkan masalah dan memiliki arah dalam situasi tertentu, seperti ada pada Mesias yang digelari pula ‘Penasehat Ajaib’ (Yes 9:6).
Roh Keperkasaan akan membuat orang mampu melepaskan kuasa Allah dengan mujizat, seperti yang terjadi dalam diri Samson, Elia dan Elisa, dan Roh Pengenalan/ Pengetahuan memungkinkan orang mengetahui peristiwa di masa lalu / kini / datang, seperti yang dimiliki oleh para Nabi.
Roh Kesalehan membuat orang menjadi taat kepada Tuhan, dan selalu melaksana-kan seluruh peraturan dan kehendakNya. Sedangkan Roh Takut akan Tuhan membuat orang selalu sadar akan dosa dan akan panggilan hidup baik dan benar sehingga orang mengetahui apakah ia berada di jalan Allah atau menyimpang, seperti dialami oleh para bidan Mesir yang tidak mau menjalankan perintah Firaun untuk membunuhi bayi laki-laki Israel (Kel 1:17).
Dengan menerima Sakramen Penguatan, maka kita berada di bawah pimpinan Roh Allah, sehingga kita diangkat menjadi anak-anak Allah, seperti yang tertulis dalam Rom 8:14-16 : Semua orang yang dipimpin Roh Allah adalah anak-anak Allah. Dengan menerima Sapta Karunia, maka kita dapat menjadi to be like Jesus !

Mengenal Karunia-Karunia Allah(1) : Peran Roh Kudus

Allah itu Maha Pengasih; Ia telah mengasihi manusia sejak awal mula penciptaan. Tetapi manusia pertama, Adam dan Hawa, jatuh ke dalam dosa, sehingga mereka diusir dari Taman Eden. Walaupun demikian Allah tetap mengasihi manusia, dan Ia ingin membina hubungan pribadi dengan setiap manusia. Untuk mewujudkan hal tersebut, Ia mengutus PuteraNya yang terkasih, Yesus Kristus, ke dunia. Yesus rela menderita, di-ejek, dihina, bahkan sampai mati disalib, lalu bangkit untuk menyelamatkan kita semua.
Kedatangan, kematian dan kebangkitan Yesus ini sebenarnya merupakan karunia terbesar dari Allah bagi umat manusia, karena dengan hal tersebut manusia dilepaskan dari dosa, dan dipulihkan kembali hubungannya dengan Allah.
Setelah Yesus diangkat ke Surga, Ia mengutus Roh Kudus untuk menemani dan membimbing manusia di dunia, antara lain untuk mencapai suatu kehidupan baru. Roh Kudus adalah sumber hidup baru bagi manusia. Melalui Roh Kudus, manusia dapat menerima berbagai karunia dari Allah. Karunia-karunia tersebut secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Karunia Mesianis dan Karunia Karismatis.